Mendapat sinyal hijau dan rekomendasi langsung dari pucuk pimpinan cabang, Bendahara DPC PDI Perjuangan Lamongan sekaligus Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menyambutnya dengan optimisme tinggi. Kendati demikian, Mas Dirham mengingatkan seluruh kader bahwa tiket menuju kursi bupati harus ditebus dengan kerja keras dan soliditas tim yang nyata.
Ia menggarisbawahi bahwa pola kampanye dan pendekatan politik hari ini telah berubah secara dramatis. Untuk memenangkan pemilu dan menarik simpati masyarakat khususnya pemilih muda kader PDIP tidak boleh lagi hanya mengandalkan pergerakan konvensional di lapangan (perang darat), melainkan wajib menguasai platform digital.
“Perang udara di sosial media untuk merebut hati dan pikiran pemuda ini juga menjadi motor penggerak demokrasi untuk mencapai kemenangan PDI Perjuangan di Kabupaten Lamongan. Kita harus beradaptasi cepat dengan teknologi informasi,” kata Mas Dirham.
Di samping kesiapan elektoral, momentum ini juga dijadikan pembuktian bahwa PDI Perjuangan Lamongan hadir membawa solusi konkret atas masalah menahun di daerah, terutama terkait manajemen air.
Husen menekankan, jika nantinya PDIP diberikan mandat penuh untuk memimpin Lamongan, fokus utama eksekutif adalah merombak sistem penanggulangan banjir dan kekeringan menjadi tata kelola air yang visioner dan berkelanjutan.
Visi ekologis dan kerja nyata inilah yang diyakini akan menjadi daya tawar utama bagi Mas Dirham dalam merebut hati masyarakat Lamongan. Dengan struktur partai yang kokoh hingga tingkat RT/RW, keterlibatan aktif kader milenial, serta penguasaan media digital, PDI Perjuangan Lamongan menyatakan diri sangat siap menghadapi dinamika politik ke depan.
“Bismillah, kami siap dan semuanya terus dipersiapkan,” pungkas Mas Dirham menutup pernyataannya.





