BERITASIBER.COM | LUMAJANG – Membentuk dusun mengaji berada di Desa Ledok Tempuro Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang Jawa Timur yang digagas oleh seorang tokoh agama setempat H. Hasan Rahmat embrionya di mulai empat belas tahun silam pada tahun 2011 dari masjid Nurul Taqwa, dalam perjalanan waktu tidaklah mulus untuk menjadikan kebiasaan meluangkan waktu membaca Al-Qur’an apa lagi mengajak warga berkumpul setiap malam melakukan ngaji bersama.
Lebih satu dekade ikhtiar itu tidak berkembang hanya beberapa orang yang bisa meluangkan waktu mengaji itupun masyarakat sekitar dari masjid tempat tinggal sang ustadz. Sekitar dua tahun silam pertengahan tahun 2022 setelah Sang Kholiq memberikan hidayah kepada Kepala Desa setempat H. Mulyadi menjadi pelopor dalam menambah keimanan tersebut untuk mengajak warganya door to door hingga terwujud dusun mengaji.
“Tekat dari bapak Kades Ledok Tempuro H. Mulyadi mengajak para tokoh agama dan masyarakat meluangkan waktunya kumpul mengaji bersama door to door,” kata Hasan Rahmat yang merupakan pensiunan Kepala UPT Pertanian Kecamatan Jatiroto Lumajang. Kamis (06/03/2025).
Kiprah sebagai seorang Kepala Desa Ledok Tempuro Mulyadi komitmen untuk menjadikan desanya dusun mengaji, agar supaya masyarakat yang mayoritas muslim bisa mencintai Al-Qur’an. “Alhamdulillah sekarang sudah ada tiga masjid dan delapan musola di tambah rumah pak Kades sendiri yang digunakan tempat masyarakat berkumpul mengaji,” tutur Hasan Rahmat.






