“Alhamdulillah seneng sekali putra saya mendapatkan kesempatan ini, karena banyak sekali yang mendaftar tapi sudah penuh. Selain membantu bagi anak-anak yang takut kalau sunatan sendiri, kami sebagai orangtua juga diringankan karena biaya sunat juga lumayan,” ungkapnya.
Senada juga diutarakan Nesti (28) warga Desa Karanglangit Lamongan yang mengantarkan keponakannya yang masih berusia 5 tahun. Dia berharap kegiatan sunatan massal bisa diadakan kembali dengan kuota lebih banyak untuk membantu masyarakat kurang mampu.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan yang mengadakan sunatan massal ini. Keponakan saya bisa sunat gratis. Sangat membantu bagi kami yang ekonominya pas-pasan,” ujar Nesti.
Sunatan massal kali ini menggunakan metode khitan laser/cutter. Metode laser/cutter yakni metode khitan menggunakan alat kauter atau bedah listrik untuk memotong kulit kepala kemaluan tanpa menimbulkan pendarahan.
Bahkan setelah dikhitan, anak-anak dapat makan dan minum bebas tanpa ada pantangan, kecuali alergi. Tidak hanya itu, anak yang dikhitan pada khitan masal ini diperbolehkan melakukan kontrol di puskesmas wilayahnya masing-masing tanpa biaya sepeserpun.






