Tidak hanya itu, atlet binaan Persatuan Paralayang Indonesia (PPI) Kabupaten Pacitan itu juga meraih medali perak di ajang 7th Thailand Paragliding Accuracy open, serta medali perunggu AFA Asian.
Penyambutan dua atlet yang sukses mengharumkan nama Pacitan itu berlangsung meriah. Di gerbang masuk perbatasan Pacitan-Wonogiri sudah menunggu iring-iringan kendaraan baik dari unsur pemerintah, komunitas dan masyarakat. Bahkan, khusus untuk Luluk dan Aisyah telah disiapkan mobil khusus jeep terbuka untuk konvoi menuju pendopo Kabupaten.
Tiba di pendopo, Luluk dan Aisyah beserta pelatih disambut tari Kethek Ogleng. Mereka diterima langsung Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Forkopimda, orang tua atlet serta jajaran KONI.
“Ini sesuatu hal yang patut kita rayakan, karena perayaan ini bukan untuk melebih-lebihkan tapi wujud rasa syukur karena Pacitan punya atlet yang membanggakan,” ungkap Mas Aji, Sabtu (20/05/2023).
Luluk dan Aisyah kata Mas Aji adalah bukti bahwa Pacitan bisa. Dengan bakat dan pembinaan yang baik maka akan menghasilkan prestasi yang luar biasa.
Bupati berharap prestasi keduanya bisa menginspirasi putra putri berbakat dari cabang olahraga lain untuk berprestasi.
Atas prestasi kedua atlet tersebut Pemkab memberikan bonus. Untuk Luluk Diana Tri Wijayana mendapat 10 juta dan 7,5 juta untuk pelatih. Sedangkan Aisyah Indika Desta Rahmadany mendapat bonus 3 juta serta 2 juta untuk pelatih.





