Lebih lanjut, Bupati Yes juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Lamongan untuk memiliki kesadaran kolektif dalam menghadapi potensi krisis energi. Ia menilai bahwa langkah antisipatif perlu dilakukan sejak dini agar tidak mengganggu jalannya roda pemerintahan.
“Ke depan kita akan dihadapkan pada berbagai hal baru yang mungkin belum pernah kita alami sebelumnya. Oleh karena itu, semangat efisiensi ini harus benar-benar menjadi budaya kerja, bukan sekadar imbauan,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan, termasuk dalam hal pola kerja yang lebih fleksibel namun tetap terukur. Meski WFA belum diterapkan secara resmi, nilai fleksibilitas dan efektivitas kerja tetap dapat diintegrasikan dalam sistem kerja yang sudah berjalan.
Dengan komitmen bersama, Bupati Yes optimistis bahwa seluruh jajaran ASN mampu menjaga kinerja pemerintahan tetap stabil, adaptif, dan responsif terhadap tantangan zaman. Ia juga berharap, langkah efisiensi yang diterapkan tidak hanya berdampak pada penghematan anggaran, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Semua harus bisa kita hadapi bersama. Dengan kebersamaan dan komitmen untuk efisien, pekerjaan akan tetap berjalan dengan baik dan hasilnya bisa dirasakan masyarakat,” pungkasnya.






