“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Saat ini, fokus kami adalah mengungkap siapa orang tua atau pelaku yang tega membuang bayi ini,” kata AKP Maskur.
Penemuan jasad bayi tersebut sontak mengundang rasa haru dan kemarahan warga setempat. Banyak warga yang tidak menyangka tindakan keji seperti itu terjadi di lingkungan mereka.
“Sedih sekali. Kasihan bayinya, tidak berdosa. Kalau memang tidak mau, seharusnya diserahkan ke pihak berwenang atau panti sosial, bukan dibuang seperti ini,” ujar Sulastri (47), warga sekitar lokasi kejadian.
Kasus pembuangan bayi seperti ini bukan kali pertama terjadi di Jawa Timur. Berdasarkan data kepolisian, dalam kurun waktu satu tahun terakhir, lebih dari 20 kasus pembuangan bayi tercatat di sejumlah daerah, mulai dari Surabaya, Malang, hingga Banyuwangi.
Motif pelaku beragam, mulai dari faktor ekonomi, hubungan di luar nikah, hingga rasa takut dan tekanan sosial.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mengambil jalan pintas dengan membuang bayi, melainkan melapor ke pihak berwenang apabila menghadapi kehamilan yang tidak diinginkan.
“Ada banyak lembaga sosial dan yayasan yang siap menampung bayi atau membantu ibu yang kesulitan. Tindakan pembuangan bayi tidak hanya melanggar hukum, tapi juga kemanusiaan,” tegas AKP Maskur.(*)





