Bank Daerah Lamongan pun berupaya menjadikan implementasi GRC sebagai budaya kerja di seluruh lini perusahaan, bukan sekadar untuk memenuhi ketentuan administratif.
“Kami ingin penerapan GRC tidak hanya sebatas memenuhi ketentuan dan administrasi, tetapi benar-benar menjadi bagian dari budaya kerja seluruh jajaran perusahaan,” katanya.
Digitalisasi dan Keamanan IT Jadi Tantangan
Di tengah perkembangan industri jasa keuangan yang semakin dinamis, transformasi digital menjadi tantangan sekaligus kebutuhan bagi industri perbankan. Bank Daerah Lamongan juga menghadapi tuntutan untuk terus memperkuat infrastruktur teknologi informasi agar mampu memberikan pelayanan yang cepat, aman dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Penguatan sistem teknologi informasi menjadi semakin penting seiring meningkatnya potensi ancaman keamanan siber. Selain menjaga keandalan layanan, sistem keamanan juga dibutuhkan untuk mendukung perlindungan data serta keberlangsungan operasional perusahaan.
Tak hanya teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian manajemen. Kompetensi pegawai perlu terus dikembangkan agar mampu mengikuti perubahan pola layanan perbankan dan transformasi digital.
“Penguatan teknologi informasi dan peningkatan kapasitas SDM menjadi bagian dari langkah kami untuk menghadapi perkembangan industri keuangan. Kami harus terus beradaptasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” jelas Nur.
Ke depan, Bank Daerah Lamongan akan melanjutkan penguatan GRC melalui konsistensi penerapan tata kelola, manajemen risiko dan kepatuhan. Penguatan keamanan teknologi informasi serta peningkatan kompetensi SDM juga menjadi bagian dari strategi perusahaan.
Pada saat bersamaan, Bank Daerah Lamongan tetap mendorong peningkatan akses pembiayaan bagi sektor produktif dan UMKM dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian serta kualitas kredit.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi Bank Daerah Lamongan terhadap pergerakan ekonomi masyarakat di 27 kecamatan di Kabupaten Lamongan.
Raihan GRC Award 2026 sekaligus menjadi momentum bagi Bank Daerah Lamongan untuk melanjutkan transformasi dan meningkatkan profesionalisme perusahaan. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi tata kelola dan manajemen risiko sembari mempercepat digitalisasi serta mempertahankan kualitas layanan kepada masyarakat.





