LAMONGAN, BeritaSiber.com – Polsek Kembangbahu, Polres Lamongan, Polda Jawa Timur terus mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan melalui monitoring Program Pekarangan Bergizi (P2B) dan pemanfaatan lahan produktif di wilayah Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan.

Kegiatan yang dilaksanakan Sabtu (12/9/2026) mulai pukul 09.35 WIB tersebut menyasar sejumlah lahan yang telah dimanfaatkan masyarakat untuk menanam berbagai komoditas pangan serta budidaya ikan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kapolsek Kembangbahu IPTU Sono, S.H., mengatakan kegiatan monitoring tersebut merupakan bentuk dukungan jajaran kepolisian terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat masyarakat.

Melalui pemanfaatan lahan secara produktif, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan berbagai kebutuhan pangan bergizi secara mandiri sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari hasil yang dikembangkan.

“Polsek Kembangbahu mendukung penuh pelaksanaan Program Pekarangan Bergizi dan pemanfaatan lahan produktif di masyarakat. Kami ingin memastikan program ini terus berjalan dan berkembang sehingga dapat memberikan manfaat nyata, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan memperkuat ketahanan pangan,” ujar IPTU Sono.

Monitoring tersebut dilaksanakan oleh personel Polsek Kembangbahu, yakni Aiptu Yerry W.S. dan Aipda Sugeng, S.H. Keduanya melakukan pengecekan langsung terhadap perkembangan pemanfaatan lahan yang telah ditanami berbagai jenis tanaman pangan.

Sejumlah komoditas yang menjadi sasaran pemantauan antara lain jagung, padi, tomat, cabai, kangkung dan terong. Selain sektor pertanian, pemanfaatan lahan melalui kolam budidaya ikan juga turut dipantau sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketersediaan sumber pangan bergizi bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, personel tidak hanya melihat kondisi tanaman maupun pemanfaatan lahan, tetapi juga berupaya mengetahui perkembangan serta berbagai kendala yang mungkin dihadapi dalam pelaksanaan program di lapangan. Informasi mengenai kendala tersebut diperlukan agar dapat dikoordinasikan dengan pihak terkait sehingga solusi yang tepat dapat dicari bersama.

IPTU Sono menjelaskan, keberhasilan program ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan dan sinergi banyak pihak. Masyarakat memiliki peran penting dalam mengoptimalkan lahan yang tersedia, sementara pemerintah dan instansi terkait memberikan pendampingan sesuai dengan bidang masing-masing.

“Monitoring ini penting untuk mengetahui sejauh mana perkembangan program sekaligus melihat apabila terdapat kendala di lapangan. Harapannya, kendala yang ditemukan dapat dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk dicarikan solusi sehingga pemanfaatan lahan dapat terus berjalan secara optimal,” jelasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2