LAMONGAN, BeritaSiber.com – Polsek Kembangbahu, Polres Lamongan, Polda Jawa Timur mengintensifkan Patroli Kota Presisi (PKP) Blue Light sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Patroli yang dilaksanakan pada Sabtu (12/9/2026) malam mulai pukul 23.40 WIB tersebut menyasar sejumlah titik rawan di wilayah Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, terutama lokasi yang dinilai berpotensi terjadi kejahatan konvensional maupun gesekan antarperguruan silat.
Kapolsek Kembangbahu IPTU Sono, S.H., mengatakan Patroli Blue Light merupakan salah satu upaya kepolisian untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya pada malam hingga dini hari.
Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan serta mencegah potensi gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi peristiwa yang mengganggu ketertiban masyarakat.
“Patroli kami tingkatkan pada jam-jam yang dinilai rawan dengan menyasar sejumlah lokasi yang berpotensi terjadi gangguan kamtibmas. Selain mengantisipasi kejahatan 4C, kami juga melakukan langkah pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya gesekan antarperguruan silat,” ujar IPTU Sono.
Dalam kegiatan tersebut, patroli dilaksanakan oleh Aipda Fendi Ali H. dan Aipda Sugeng, S.H. Keduanya menyusuri sejumlah ruas jalan serta kawasan yang menjadi perhatian kepolisian berdasarkan pemetaan kerawanan di wilayah hukum Polsek Kembangbahu.
Petugas tidak hanya melakukan patroli secara mobile, tetapi juga berhenti dan bersiaga di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadinya kejahatan konvensional. Jalan yang kondisinya rusak dan minim penerangan turut menjadi sasaran pemantauan karena dinilai memerlukan perhatian lebih pada malam hari.
Selain itu, anggota Polsek Kembangbahu melakukan pendekatan secara humanis terhadap para pemuda maupun warga yang masih berkumpul hingga larut malam. Petugas memberikan imbauan kamtibmas dan mengajak mereka untuk segera kembali ke rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.
Menurut IPTU Sono, pendekatan dialogis menjadi bagian penting dalam pelaksanaan patroli. Kepolisian tidak hanya mengedepankan kehadiran personel, tetapi juga membangun komunikasi dengan masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya gangguan keamanan.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda, agar ikut menjaga situasi lingkungan. Hindari aktivitas yang dapat memicu kesalahpahaman maupun gesekan. Apabila sudah larut malam dan tidak ada kepentingan, sebaiknya kembali ke rumah masing-masing demi keamanan bersama,” jelasnya.





