Soal skema pembiayaan, Arya menyampaikan menentukan skema pembiayaan yang fleksibel dan terjangkau, seperti pinjaman lunak dengan bunga rendah atau tanpa bunga kepada orang tua kandidat jika yang bersangkutan belum menikah.
Sedangkan jaminan, menentukan jenis jaminan yang diperlukan, misalnya agunan atau penjamin melalui kebijakan Bupati/Walikota.
Dan proses pengajuan, menyederhanakan proses pengajuan pinjaman agar mudah diakses oleh peserta.
Untuk penempatan kerja, kerjasama dengan perusahaan resmi, yang bergerak di bidang penyaluran kerja untuk hotel dan kapal pesiar luar negeri.
Pendampingan karir, memberikan pendampingan karir kepada lulusan untuk membantu mereka beradaptasi dengan dunia kerja.
Evaluasi dan pengembangan program, evaluasi berkala, melakukan evaluasi secara berkala terhadap efektivitas program, baik dari segi kualitas lulusan maupun tingkat penyerapan tenaga kerja.
Pengembangan program, melakukan perbaikan dan pengembangan program berdasarkan hasil evaluasi.
“Dengan perencanaan yang matang dan kerjasama yang baik antara pemerintah, perbankan, Lembaga Pendidikan dan Industri Penyaluran Kerja, program pengentasan pengangguran ini dapat menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata dan mengurangi angka pengangguran,” pungkas Arya yang juga Dirut Jogkem Grup itu. (WR)
Editor : Achmad Bisri
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.com





