Selain melakukan mobilitas kendaraan patroli, petugas di lapangan juga mengedepankan tindakan humanis melalui pendekatan dialogis. Saat mendapati sekelompok pemuda atau tokoh masyarakat (tomas) yang masih nongkrong hingga larut malam, AIPTU Yerry W.S. dan AIPDA Sugeng, S.H., langsung menghampiri mereka untuk memberikan imbauan secara simpatik.

Petugas secara persuasif meminta para pemuda tersebut agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu keributan, serta mengimbau mereka untuk segera kembali ke rumah masing-masing guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Pendekatan persuasif ini dinilai sangat efektif dalam meredam potensi gesekan sosial, khususnya di kalangan pemuda dan anggota perguruan silat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami mengedepankan dialog dan imbauan humanis kepada para pemuda yang masih bergerombol di pinggir jalan pada malam hari. Kami ingatkan mereka agar senantiasa menjaga kerukunan, menghormati antar perguruan silat, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah keamanan warga,” tambah IPTU Sono.

Berdasarkan laporan hasil kegiatan di lapangan, rangkaian Patroli Kota Presisi (PKP) Blue Light yang dilaksanakan oleh jajaran Polsek Kembangbahu berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti. Hingga patroli berakhir, situasi keamanan di seluruh wilayah Kecamatan Kembangbahu terpantau aman dan terkendali. Tidak ditemukan adanya aksi kriminalitas menonjol maupun insiden gesekan antar perguruan silat.

Langkah preventif yang konsisten ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat setempat yang merasa lebih terlindungi saat beristirahat maupun beraktivitas pada malam hari. Pihak kepolisian memastikan bahwa kegiatan patroli serupa akan terus ditingkatkan secara rutin, baik pada siang maupun malam hari, sebagai bagian dari implementasi program Ayo Jogo Lamongan demi mewujudkan lingkungan yang damai, tertib, dan harmonis bagi seluruh warga.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2