BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir, Polsek Karangbinangun Polres Lamongan Polda Jawa Timur melaksanakan kegiatan pengecekan ketinggian air di wilayah Kecamatan Karangbinangun, Kamis (19/2/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini sekaligus pemantauan kondisi debit air, terutama di kawasan yang rawan terdampak luapan Sungai Bengawan Solo.
Pengecekan dilakukan oleh petugas jaga Polsek Karangbinangun pada pukul 10.00 WIB di UPT Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kuro/Lak, Desa Kuro, Kecamatan Karangbinangun. Dari hasil pemantauan, diperoleh data ketinggian air yang menjadi acuan kewaspadaan bagi masyarakat dan instansi terkait.
Kapolsek Karangbinangun AKP Supardi, S.H., menjelaskan bahwa hasil pengukuran menunjukkan ketinggian air luar atau aliran utama Bengawan Solo berada pada angka +153 sentimeter. Sementara itu, ketinggian air dalam atau aliran sungai kecil (bengawan jero) tercatat +32 sentimeter. Adapun di wilayah Blawi, ketinggian air terpantau +70 sentimeter, dengan kondisi pintu air lak dalam keadaan tertutup.
“Kegiatan pengecekan ini rutin kami lakukan, terutama saat intensitas hujan meningkat. Tujuannya untuk memantau perkembangan debit air secara langsung, sehingga jika terjadi kenaikan signifikan dapat segera dilakukan langkah antisipasi,” ujar AKP Supardi.
Ia menambahkan, pemantauan ketinggian air menjadi sangat penting mengingat wilayah Kecamatan Karangbinangun termasuk daerah yang berpotensi terdampak banjir akibat luapan Bengawan Solo, terutama saat curah hujan tinggi dan kiriman air dari hulu.






