Lebih lanjut, ia memaparkan empat elemen penting kepemimpinan masa kini. Pertama, kecerdasan sosial dan kemampuan adaptasi terhadap karakter generasi Z yang kritis. Kedua, kecakapan digital, termasuk literasi data, membaca opini publik, serta menjaga etika di ruang digital. Ketiga, kesehatan fisik dan daya tahan sebagai modal pelayanan publik. Keempat, kompetensi praktis untuk menerjemahkan gagasan menjadi kebijakan yang berdampak.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Lia juga memperkenalkan konsep toxic-free leadership, yakni model kepemimpinan yang bersih, jernih, dan tidak meninggalkan residu konflik maupun beban sosial.

Ia menegaskan bahwa di era global, kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam, tetapi juga kemampuan membangun narasi, gagasan, dan inovasi melalui media digital.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Dunia hari ini bisa digerakkan oleh tulisan dan ide. Itulah sebabnya saya memilih konsisten menulis dan menyebarkan gagasan melalui berita agar pesan dapat diingat, dibagikan, dan berkelanjutan,” ungkap peraih DetikJatim Award 2025 tersebut.

Sementara itu, Ketua PC KOPRI PMII Surabaya, Nur Laila, menyampaikan apresiasinya atas materi yang disampaikan. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan perspektif baru bagi kader perempuan dan generasi muda dalam membangun komunikasi politik yang substansial dan berorientasi nilai.

“Kami semakin termotivasi untuk menjadi pemimpin yang berwawasan luas dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, sejalan dengan prinsip khoirunnasi anfa’uhum linnas,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2