BERITASIBER.COM | SURABAYA – Anggota DPD RI Lia Istifhama menegaskan urgensi penguatan nilai kebangsaan dan kepemimpinan yang berkarakter di tengah pesatnya arus informasi serta dinamika politik digital. Penegasan tersebut disampaikan saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama kader PMII dan KOPRI Surabaya di Balai Pelatihan Surabaya, Kamis (11/12).

Di hadapan ratusan peserta, senator yang akrab disapa Ning Lia itu mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak pada praktik politik yang bertumpu pada pencitraan semata. Menurutnya, dukungan publik yang dibangun tanpa basis nilai, integritas, dan kepercayaan sosial akan mudah runtuh ketika dihadapkan pada situasi krisis.

“Dukungan politik yang tidak memiliki fondasi nilai akan rapuh. Kepemimpinan sejati lahir dari hubungan yang jujur, tulus, dan bermakna dengan masyarakat,” ujarnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ning Lia menjelaskan perbedaan pendekatan relasi sosial Gemeinschaft dan Gesellschaft. Ia menilai kepemimpinan yang berkelanjutan harus berangkat dari ikatan emosional, kesamaan nilai, serta kepercayaan (Gemeinschaft), bukan sekadar hubungan transaksional dan kepentingan jangka pendek.

Mengacu pada pemikiran Ibnu Khaldun, Lia Istifhama menekankan bahwa kejujuran merupakan syarat dasar seorang pemimpin, namun harus dilengkapi dengan kapasitas dan kecakapan lain. Ia mencontohkan fenomena politik di Nepal, di mana generasi muda memilih figur perempuan berpengalaman sebagai pemimpin transisi pasca gejolak politik besar.

“Kejujuran adalah fondasi, tetapi kepemimpinan modern menuntut kecerdasan membaca zaman, memahami dinamika sosial, serta kreativitas dalam merespons tantangan,” katanya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2