Sistem lubang resapan biopori ini kata Lurah, merupakan suatu teknologi yang multi guna, sehingga berharap bisa segera diterapkan di daerahnya.
“Manfaat dari teknologi ini sangat banyak, antara lain mampu mencegah genangan dan banjir, mencegah erosi dan longsor, meningkatkan cadangan air bersih, penyuburan tanah, hingga dapat mengubah sampah organik menjadi kompos sehingga mengurangi emisi gas metan yang jauh lebih kuat dalam menyebabkan pemanasan global dibandingkan gas karbondioksida,” jelasnya.
Pihaknya berharap, seluruh stakeholder di kelurahan seperti RT dan RW, dapat memanfaatkan keberadaan lubang biopori ini bagi keberlangsungan pengelolaan sampah pasar rakyat yang berwawasan lingkungan.(Wira)
Editor Achmad Bisri





