Turut hadir di acara mediasi, Camat Deket Arif Bachtiar menegaskan agar pihak pelaksanaan proyek untuk segera bisa merealisasikan tuntutan warga yang terdampak. Sehingga tidak sampai mengganggu proses kelanjutan pembangunan.
“Kami harapkan, pihak penyedia proyek untuk bisa melaksanakan segala yang menjadi tanggungjawabnya termasuk adanya tuntutan dari keluhan warga yang terdampak pembangunan jalan lingkar utara ini bisa direalisasikan,” jelas Camat Deket.
Senada juga disampaikan Kepala Desa Deketkulon Abdul Hamid berharap apa yang menjadi tuntutan warganya segera mendapat respon serius dari pihak pelaksanaan proyek, karena warganya yang terdampak langsung dari proyek pembangunan jalan lingkar utara.
“Sebenarnya ini sudah pertemuan yang ketiga tapi belum ada titik temu. Untuk itu, kami berharap ini pertemuan terakhir dan ada solusi kongkrit atas tuntutan warga kami,” ungkap Kades Deketkulon.
Sementara itu, Bambang Supriyadi selaku Humas penyedia jasa proyek JLU Lamongan PT Jaya Konstruksi Gorga KSO mengatakan akan menampung serta menyampaikan kepada manajemen terkait keluhan warga terhadap terdampak pembangunan jalan lingkar utara.
“Saya selaku humasnya tetap akan menyampaikan kepada manajemen terkait tuntutan warga yang terdampak pembangunan JLU, tentunya akan dilakukan koordinasi terlebih dahulu,” kata Bambang.
Namun Ia menyebut, sebagian dari tuntutan warga sudah laksanakan seperti penyemprotan air di akses jalan untuk mengurangi debu serta dilakukan survei atas kerusakan rumah warga yang retak.
“Tadi siang setelah acara mediasi, langsung dilakukan survei rumah warga yang mengalami retak untuk mengetahui dampak kerugian serta penyemprotan air di akses jalan guna mengurangi debu dan sudah kita laporkan ke Pak Kasun dan Pak Kades juga,” ungkap Bambang. (Bs)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com






