BERITASIBER.COM | BULUKUMBA – Panas terik siang itu tak menyurutkan semangat puluhan pemuda yang berdiri tegak di depan kantor Cabang Dinas Kelautan Wilayah Sulawesi Selatan di Kabupaten Bulukumba, Rabu, 17 September 2025.
Mereka yang tergabung dalam Lembaga Pemuda Afiliasi Toleran Indonesia (PATI), membawa poster, spanduk, dan satu tuntutan utama: suara nelayan tidak boleh diabaikan.
“Suara rakyat tak boleh tertutup, kinerja instansi harus dapat dipertanggungjawabkan,” lantang suara seorang perwakilan PATI yang menjadi corong aspirasi di hadapan publik.
Aksi yang awalnya berlangsung damai, berubah menjadi simbol protes yang lebih keras. Tak adanya respons dari dinas provinsi membuat massa akhirnya menyegel dua kantor sekaligus: kantor Cabang Dinas Kelautan Provinsi di Bulukumba dan kantor Dinas Perikanan Kabupaten Bulukumba.
Kedua kantor itu dipasangi tanda penyegelan, seakan menjadi pengingat bahwa nelayan pesisir Bulukumba tengah menunggu perhatian yang nyata.
Mereka menyebutnya sebagai dorongan agar pemerintah mendengarkan keluhan kelompok kecil yang kerap berada di posisi lemah: para nelayan.
PATI juga menyoroti rencana rapat nelayan yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 18 September 2025, di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan.






