“Masih banyak PR untuk diselesaikan, bagaimana menciptakan Yogyakarta sebagai kota yang bersih dari sampah, Yogyakarta sebagai tujuan pendidikan, Yogya sebagai kota wisata.”
“Kenapa ini penting ? Karena Yogyakarta sudah mulai digeser oleh kota-kota lainnya, sebut saja Solo yang lebih cepat melangkah dalam penanganan dan pengembangan budaya. Malang, Surabaya sudah menggeser dirinya sebagai kota tujuan belajar,” ungkapnya.
Yogyakarta butuh gerakan cepat dalam perubahan, meski harus dengan pengorbanan yang tidak sedikit.
“Pasangan Afnan dan Ariyanto pantas disandingkan. Keduanya tergolong tangguh dan ideal, serta punya tanggungjawab di bidangnya masing-masing. Afnan dari segi kepemimpinan teruji, karena sudah berpengalaman menjadi anggota MPR, dan Ariyanto sektor pariwisatanya, yang mampu menggerakkan UMKM atau ekonomi pariwisatanya,” tutupnya. (Wir)
Editor : Achmad Bisri





