Menurutnya, penggunaan sistem CAT dalam seleksi tahun ini merupakan langkah strategis untuk menjaring petugas yang benar-benar kompeten, profesional, dan memiliki pemahaman mendalam mengenai ibadah haji.
“Sinergi yang kuat antara Pemerintah Daerah, Kemenag, dan seluruh stakeholder menjadi kunci pelayanan haji yang semakin tertib, aman, dan berstandar tinggi,” tambahnya.
Kemenag Lamongan Tekankan Komitmen Moral dan Spiritual Petugas
Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Lamongan, Mohammad Muhlisin Mufa, mengingatkan bahwa tugas petugas bukan hanya teknis, tetapi juga moral dan spiritual.
“Para peserta seleksi adalah calon petugas tamu-tamu Allah. Tugas harus dilakukan sesuai regulasi dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Muhlisin mengingatkan bahwa tantangan ibadah haji semakin kompleks, mulai dari cuaca ekstrem di Arab Saudi hingga kemungkinan kedaruratan kesehatan. Untuk itu, pelatihan lanjutan bagi kandidat petugas akan terus digencarkan setelah proses seleksi selesai.
“Haji adalah ibadah yang suci, dan petugas adalah mitra jemaah dalam menjalaninya. Amanah ini harus diemban dengan sepenuh hati,” ucapnya.





