Pemerintah daerah dan lembaga terkait dapat berperan aktif dalam menyediakan program pelatihan dan pendampingan bagi UMKM.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

5. Kerja Sama dengan Pihak Ketiga

UMKM dapat mempertimbangkan untuk bekerja sama dengan mitra bisnis internasional seperti distributor, agen ekspor, atau konsultan perdagangan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kerja sama ini dapat membantu dalam hal pemasaran, distribusi, dan pemenuhan persyaratan regulasi di pasar tujuan.

Selain itu, UMKM juga bisa bergabung dengan asosiasi atau komunitas bisnis yang fokus pada ekspor untuk mendapatkan wawasan dan dukungan yang lebih luas.

6. Mengoptimalkan Logistik dan Pengiriman

Logistik dan pengiriman merupakan aspek krusial dalam perdagangan internasional. UMKM harus memastikan bahwa mereka bekerja sama dengan penyedia jasa logistik yang terpercaya dan efisien.

Mengoptimalkan proses pengemasan, pengiriman, dan manajemen persediaan akan membantu dalam mengurangi biaya dan waktu pengiriman, serta meningkatkan kepuasan pelanggan.

7. Memahami Regulasi dan Standar Internasional

Setiap negara memiliki regulasi dan standar yang berbeda terkait produk impor. UMKM Lamongan harus melakukan riset mendalam mengenai regulasi, tarif, dan persyaratan standar di pasar tujuan.

Memahami regulasi ini akan membantu UMKM menghindari hambatan hukum dan meminimalkan risiko penolakan produk di pasar internasional.

Dengan strategi yang tepat dan eksekusi yang efektif, UMKM Lamongan memiliki peluang besar untuk menembus pasar dunia melalui platform e-commerce.

Tantangan yang ada harus dijadikan motivasi untuk terus berinovasi dan berkembang. Dengan demikian, UMKM Lamongan dapat berkontribusi lebih besar dalam perekonomian daerah dan nasional, serta membawa nama Lamongan ke kancah internasional.

 

Penulis :

DR Abid Muhtarom,SE.,SPd.,MSE (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISLA / PH Wakil Ketua ANSOR Kabupaten Lamongan)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2