Untuk memastikan pertandingan berlangsung adil, panitia menyediakan perahu dan peralatan dayung standar. Biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp400 ribu per tim, dengan total hadiah mencapai Rp20 juta.
Acara dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dan terbuka untuk masyarakat umum. Selain menyaksikan kompetisi dayung, pengunjung juga dapat menikmati beragam produk UMKM lokal yang turut meramaikan kawasan festival.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan festival ini. Ia menilai kegiatan tersebut berpotensi menjadi event tahunan berskala nasional, sekaligus sebagai penggerak ekonomi kreatif desa.
“Festival Dayung Tejoasri adalah contoh nyata bagaimana desa mampu menjadi pusat kreativitas dan budaya. Ini bukan hanya menjaga tradisi, tapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM dan pariwisata lokal,” ujar Bupati Yuhronur.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan siap memberi dukungan penuh terhadap kegiatan-kegiatan yang memperkuat identitas lokal dan menjadikan desa sebagai magnet wisata budaya di Jawa Timur.(Bs).





