“Dulu pernah dapat bantuan, sekarang sudah tidak ada. Katanya kartunya diblokir,” ungkapnya.
Kondisi kesehatan Kapi pun tak kunjung membaik meski telah beberapa kali diupayakan pengobatan. Sehari-hari, pria lanjut usia itu hanya bisa terbaring lemah di atas amben bambu di dalam gubuk sempit tersebut.
Saat musim hujan datang, rasa khawatir selalu menghantui keluarga itu. Gubuk yang rapuh disebut nyaris roboh diterpa hujan deras dan angin kencang.
“Kalau hujan besar takut sekali, tapi mau tinggal di mana lagi,” tutur Saminah.
Warga sekitar mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami keluarga tersebut. Salah seorang warga, Yuyu (32), berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pihak terkait.
“Kami sedih melihat kondisi Bu Saminah. Mereka benar-benar butuh bantuan, baik untuk pengobatan Pak Kapi maupun tempat tinggal yang layak,” katanya.
Menurut warga, kondisi keluarga Saminah menjadi gambaran masih adanya masyarakat yang hidup dalam kemiskinan ekstrem dan membutuhkan penanganan cepat dari pemerintah serta kepedulian berbagai pihak.
Hingga kini, Saminah hanya berharap suaminya mendapat pengobatan yang layak dan keluarganya bisa memiliki tempat tinggal yang aman untuk ditempati.(Defini)





