Guna mendukung efektivitas bimbingan, kegiatan ini turut menghadirkan mitra strategis KDKMP, seperti perbankan, Bulog, Pertamina, dan perusahaan pupuk nasional. Langkah ini dimaksudkan agar pengurus KDKMP dapat berdiskusi langsung, memperkuat kolaborasi, serta memahami alur kerja sama koperasi dengan mitra usaha.
Menurut Pak Yes, kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bertujuan besar, yakni meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa, mendorong prinsip gotong royong dalam ekonomi lokal, meningkatkan nilai tukar petani, sekaligus menekan biaya distribusi dan menghilangkan peran tengkulak, menciptakan lapangan kerja baru dan memperluas akses inklusi keuangan.
Pada sesi hari kedua, bimbingan akan difokuskan pada penguatan manajemen koperasi dan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP). Harapannya, para pengurus koperasi memiliki pedoman kerja yang jelas dan siap menjalankan koperasi secara transparan, profesional, dan berkelanjutan.
“Melalui bimtek ini, kami ingin memastikan setiap pengurus memiliki kemampuan dasar manajerial koperasi. Tidak hanya tahu tugas, tapi juga mampu membuat keputusan yang strategis untuk kemajuan koperasi,” imbuh Pak Yes.
Dengan jumlah 474 koperasi berbadan hukum tersebar di seluruh desa dan kelurahan di Lamongan, KDKMP diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa berbasis komunitas, sekaligus mendukung program nasional dalam memperkuat ketahanan ekonomi lokal.(Bs)





