Sebelum pelaksanaan lomba, Dekranasda Lamongan juga mengadakan workshop batik untuk peserta dari kategori SMP dan umum. Workshop ini menjadi sarana pembekalan teknis serta ruang interaktif untuk menggali potensi dan minat peserta dalam dunia batik.
“Harapannya, lomba ini dapat mendorong lebih banyak generasi muda untuk terjun dan berkarya di dunia batik,” ungkapnya.
Sementara itu, Khalila salah satu peserta dari kalangan pelajar tingkat SMP, mengaku sangat senang bisa ikut berpartisipasi dalam lomba ini. Ia mengungkapkan bahwa desain batik bukan hanya sekadar tugas sekolah, melainkan juga sudah menjadi hobi yang menyenangkan.
“Saya sangat antusias ikut lomba ini. Semoga bisa menang, tapi yang paling penting saya jadi lebih cinta batik Lamongan,” ujarnya.
Lomba ini menjadi bagian dari strategi Dekranasda Lamongan untuk menciptakan inovasi motif batik kekinian yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Dengan sentuhan ide kreatif dari generasi muda, diharapkan batik Lamongan mampu bersaing dan semakin dikenal luas di tingkat nasional hingga internasional.(Bs)





