Seiring populernya wisata petik blewah ini, pendapatan masyarakat Desa Latukan meningkat secara signifikan. Tidak hanya petani yang mendapatkan keuntungan langsung, tetapi juga warga lainnya yang membuka usaha kuliner, menjual minuman olahan blewah, menyediakan area parkir, hingga membuka kios oleh-oleh. Beberapa warga bahkan mengolah blewah menjadi produk bernilai tambah seperti es blewah, puding blewah, jus segar, hingga manisan blewah, yang laris manis dibeli oleh pengunjung.
Kepala Desa Latukan turut menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat warganya. Baginya, program ini tidak hanya meningkatkan ekonomi, tetapi juga memupuk kebersamaan dan kreativitas warga desa.
“Kami ingin Desa Latukan tidak hanya dikenal sebagai sentra pertanian, tetapi juga sebagai tujuan wisata. Wisata petik blewah ini menjadi langkah awal. Ke depan, kami ingin memperluas kawasan agrowisata dengan menambahkan fasilitas edukasi pertanian, gazebo untuk bersantai, serta jalur tracking agar semakin menarik bagi wisatawan,” ujarnya.
Menariknya, momentum Ramadan menjadi waktu panen berkah bagi para petani. Blewah merupakan salah satu buah favorit untuk dibuat minuman segar saat berbuka puasa. Permintaan meningkat tajam sehingga wisata petik blewah selalu ramai menjelang dan selama Ramadan. Dengan demikian, para petani tidak lagi khawatir terhadap harga anjlok, karena wisatawan rela membayar harga premium demi mendapatkan buah berkualitas langsung dari kebun.
Selain memberikan efek ekonomi, program ini juga memperkuat ketahanan pangan lokal. Dengan melibatkan pemuda desa melalui kelompok karang taruna, proses promosi dilakukan secara modern melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok. Video singkat menampilkan hamparan kebun blewah, proses budidaya, hingga aktivitas memetik menjadi daya tarik tersendiri dan berhasil meningkatkan jumlah pengunjung setiap minggunya.
Pemateri Yenni Vera Febriyanti menegaskan bahwa keberhasilan program ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Lamongan dan sekitarnya. Menurutnya, pertanian tidak selalu harus bergantung pada sistem konvensional. Dengan inovasi dan kreativitas, hasil pertanian dapat dikembangkan menjadi produk wisata yang memiliki daya tarik tinggi.
“Desa-desa memiliki potensi besar. Yang diperlukan adalah keberanian untuk mencoba hal baru, bekerja sama, dan berpikir jangka panjang. Agrowisata blewah ini bukti bahwa inovasi sederhana pun bisa memberikan dampak besar bagi ekonomi desa,” ungkapnya.
Untuk menjaga keberlanjutan program, Kelompok Tani Maju Bersama juga telah merencanakan pengembangan jangka panjang, mulai dari perluasan kebun, peningkatan kualitas benih, hingga menjalin kerja sama dengan dinas terkait untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.
Tidak hanya itu, mereka berharap dapat membuka pelatihan budidaya blewah untuk masyarakat luas agar destinasi agrowisata ini semakin populer dan mampu memberdayakan lebih banyak warga.
Dengan berbagai keberhasilan yang telah diraih, Wisata Petik Blewah Segar Desa Latukan kini menjadi bukti nyata bahwa sektor pertanian dapat berkembang pesat ketika digabungkan dengan kreativitas dan inovasi. Desa yang dulunya hanya dikenal sebagai kawasan pertanian biasa, kini mulai dilirik sebagai destinasi wisata menarik dengan daya tarik unik dan edukatif.
Antusiasme masyarakat, dukungan pemateri seperti Yenni Vera Febriyanti, serta semangat para petani dalam mengembangkan inovasi membuat program ini diprediksi akan terus berkembang.
Wisata petik blewah bukan hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan desa dalam mengelola potensi lokal menuju kemandirian dan kesejahteraan yang lebih baik. Desa Latukan telah membuktikan bahwa keberhasilan dapat tumbuh dari tanah yang sama, ketika warga bekerja dengan hati, tekad, dan visi bersama.





