BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Kreativitas dan kerja keras masyarakat Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng, membuahkan hasil luar biasa melalui program agrowisata unggulan bertajuk “Wisata Petik Blewah Segar”.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Inisiatif ini telah berhasil menyulap lahan pertanian tradisional menjadi destinasi wisata edukatif yang tidak hanya menawarkan pengalaman seru bagi pengunjung, tetapi juga mendorong peningkatan ekonomi masyarakat desa secara signifikan.

Program ini hadir sebagai langkah inovatif yang menjawab tantangan fluktuasi harga blewah dan keterbatasan nilai jual ketika hanya mengandalkan sistem distribusi konvensional.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Diinisiasi oleh Kelompok Tani Maju Bersama dan didukung penuh oleh para pemuda serta pemerintah desa, konsep wisata petik buah blewah ini terbukti mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah. Tidak hanya warga sekitar Lamongan, tetapi juga keluarga dari Surabaya, Gresik, dan Bojonegoro kerap datang untuk merasakan langsung sensasi memetik blewah segar dari kebunnya.

Program ini mendapat apresiasi luas karena memberikan pengalaman baru yang jarang ditemukan di daerah lain, terutama jelang bulan Ramadan ketika permintaan blewah meningkat pesat.

Menurut pemateri kegiatan sosialisasi dan pengembangan wisata, Yenni Vera Febriyanti, program ini jauh lebih dari sekadar menjual buah.

“Agrowisata semacam ini membuka peluang besar bagi masyarakat desa untuk mendapatkan nilai tambah dari hasil pertanian mereka. Wisatawan tidak hanya membeli blewah, tetapi juga membeli pengalaman, edukasi, dan suasana kebun yang jarang mereka temui di perkotaan. Inilah nilai ekonomi yang sebenarnya,” jelasnya dalam pemaparan kegiatan, Rabu (12/10/2022).

Ketua Kelompok Tani Maju Bersama, Suyitno, menyampaikan bahwa gagasan ini muncul dari keresahan petani terhadap harga blewah yang sering kali tidak stabil. Harga jual yang rendah dan ketergantungan pada tengkulak membuat petani sulit mendapatkan keuntungan optimal.

“Dengan membuka kebun untuk wisata, kami bisa menentukan harga sendiri. Selain itu, pengunjung bisa melihat langsung bagaimana proses budidaya blewah yang sehat dan alami. Transparansi ini membuat mereka percaya bahwa produk kami berkualitas tinggi,” ujar Suyitno dengan penuh semangat.

Daya tarik wisata ini tidak hanya terletak pada buahnya yang segar dan manis, namun juga pada pengalaman berkeliling kebun bersama para petani. Pengunjung diajak mengenal lebih dekat bagaimana blewah ditanam, cara perawatan yang ramah lingkungan, teknik pemupukan organik, hingga tips memilih blewah yang matang sempurna. Suasana kebun yang hijau dan asri, ditambah angin sepoi-sepoi khas pedesaan, membuat pengalaman ini menjadi sangat menyenangkan bagi keluarga yang membawa anak-anak.

Anak-anak tampak antusias memetik buah sendiri menggunakan gunting kebun yang telah disediakan. Para orang tua pun memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajarkan kepada anak mereka tentang pentingnya mengenal proses pertanian sejak dini.

Banyak pengunjung merasa bahwa wisata semacam ini memberikan edukasi yang tidak dapat mereka temui di kota besar. Selain itu, aktivitas memetik langsung memberi kepuasan tersendiri, sebab pengunjung dapat memilih ukuran dan kualitas buah sesuai keinginan mereka.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2