“Mesin-mesin pengolah sampah akan dilengkapi untuk bisa menuntaskan seluruh sisa sampah yang ada. Tak hanya itu, selama kepemimpinan saya, kita juga telah mencoba menggandeng masyarakat dengan memberikan pelatihan memilah dan mengolah sampah,” kata Singgih Raharjo, Senin (11/11/2024) malam.
Di sisi lain, Pemerintah Yogyakarta kala itu memberikan fasilitas biopori yang dilakukan.
“Saya satu tahun di Pemkot Jogja. Keputusan desentralisasi dimulai Juli 2023 sehingga tidak ada daerah yang siap dengan pengolahan sampah termasuk Kota Jogja yang minim lahan. Kami ngebut di Nitikan dan yang terbaru di Kranon dan Karangmiri dengan total 100 ton sampai 110 ton perhari,” jelasnya.
Pada giat sosialisasi tersebut, hadir 60 orang warga dan Ketua RW, Ngurah, dan Ketua RT, Hari. (WR)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





