“Kalau ikut antre, kudu sabar. Ramai banget, saya sampai takut sendiri,” katanya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kondisi kelangkaan BBM ini diakui oleh pihak SPBU. Mereka menyebut bahwa keterlambatan distribusi dari Pertamina menjadi penyebab utama menipisnya stok di seluruh wilayah Jember.

“Semua SPBU di Jember mengalami hal yang sama, telat pengiriman,” kata salah satu petugas SPBU yang enggan disebutkan namanya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia juga berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi permasalahan ini. Koordinasi antara Pemerintah Daerah, Pertamina, dan aparat kepolisian dinilai penting agar distribusi BBM dapat kembali normal dan tidak mengganggu aktivitas warga.

Beberapa wilayah yang terdampak parah antara lain Mayang, Pakusari, Arjasa, dan Sumberjambe. Di kawasan ini, antrean kendaraan terjadi hampir sepanjang hari, bahkan hingga malam.

Kondisi ini juga berdampak pada kemacetan lalu lintas, terutama di jalan-jalan utama yang menjadi akses masuk ke SPBU.

Masyarakat berharap agar kelangkaan ini segera ditangani, mengingat BBM merupakan kebutuhan pokok dalam aktivitas sehari-hari, terutama bagi pekerja sektor informal dan pengguna kendaraan bermotor.(*)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2