Material dan Keselamatan Kerja Jadi Sorotan
Selain kualitas beton, Erni juga mengaku menemukan adanya dugaan penggunaan material pasir yang tidak sesuai standar. Ia telah memerintahkan tim pelaksana untuk mengevaluasi serta mengganti material yang tidak memenuhi ketentuan kualitas.
“Kalau memang pasir yang digunakan tidak memenuhi standar, akan segera diganti,” katanya.
Tak hanya soal material, aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian. Erni menegaskan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi para pekerja.
“Kami sudah ingatkan pengelola agar pekerja wajib memakai APD. Kalau masih ada yang bandel, saya tidak segan memberhentikan pekerja yang melanggar,” ucapnya.
Warga Siap Kawal Pembangunan
Di akhir kunjungannya, Erni menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas adanya kekeliruan dalam pelaksanaan proyek. Ia juga mengajak warga sekitar untuk turut berpartisipasi mengawasi pembangunan SDN 89 Batukaropa.
Sementara itu, Arie memastikan warga akan terus melakukan pemantauan terhadap jalannya pekerjaan agar sesuai dengan RAB dan spesifikasi teknis yang berlaku.
“Kami akan terus mengawasi. Jangan sampai ada penyimpangan, karena ini untuk kepentingan bersama,” ungkapnya.
Selain itu Arie juga menyoroti tanggungjawab kepala sekolah yang dinilai acuh dalam melakukan pengawasan. Bahkan menurut Arie, hari ini saja setelah pembangunan sekolah ini menjadi sorotan, pihak kepala sekolah pun tidak hadir dilokasi untuk evaluasi bersama disaksikan warga.
“Kami hanya heran, ini hari kami dilokasi bersama konsultan pengawas dan ketua pengelola, namun kepala sekolah ini tidak hadir, padahal dirinya merupakan pihak yang turut bertanggungjawab dalam pembangunan ini”, tutup Arie
Proyek pembangunan SDN 89 Batukaropa merupakan bagian dari program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 yang didanai melalui APBN.(Arie).





