Sementara itu, Direktur CV. Ratu Indonesia, Khafidh Ihyauddin, menyambut positif kerja sama ini. Ia menekankan bahwa pemanfaatan RPHU akan memberikan dampak signifikan, mulai dari peningkatan PAD, penyerapan tenaga kerja, hingga penyerapan ayam dari peternak lokal.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kebutuhan pasar luar Jawa untuk daging ayam luar biasa. Satu bulan bisa sampai 4–5 kontainer, atau setara 500 ton. Potensi ini harus kita tangkap di dunia per-ayaman,” ungkap Khafidh.

Produk unggulan CV. Ratu Indonesia, seperti boneless dada dan paha, dikerjakan secara manual, sehingga membutuhkan banyak tenaga kerja.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Ketika kita menjalankan aktivitas fillet dada maupun fillet paha, ini adalah pekerjaan yang sifatnya butuh banyak karyawan. Jadi bisa membantu mengurangi pengangguran di Lamongan,” tambahnya.

Turut hadir dalam launching pemanfaatan RPHU kerjasama antara Pemkab Lamongan dengan CV Ratu Indonesia, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, memberikan dukungan penuh atas kerja sama ini.

Ia menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem peternakan yang berkelanjutan dan mensejahterakan peternak dari berbagai sisi, baik ekonomi, sosial, maupun lingkungan.

“Alhamdulillah peternak kita sekarang perkembangannya besar, dari utara sampai selatan. Dan Alhamdulillah hari ini kita bisa menyiapkan RPHU ini, sehingga bisa terbentuk ekosistem yang dapat mengakomodir peternak,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Dengan kerja sama ini, diharapkan RPHU Lamongan dapat beroperasi secara optimal, memberikan manfaat bagi peternak lokal, serta berkontribusi pada peningkatan ekonomi daerah.(Bs)

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2