Rute Koridor 7 Trans Jatim yang diusulkan ini melintasi berbagai titik penting, antara lain Sidoharjo, Perumahan Made Great, Kawasan Sugio, Pertigaan Plembon, Kampus Unisda Lamongan (titik pemberhentian utama), Petigaan Petiyen, Berakhir di Paciran.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dengan rute tersebut, masyarakat di sepanjang jalur akan mendapatkan akses terhadap layanan transportasi publik yang lebih efisien, khususnya pelajar, mahasiswa, dan pekerja harian.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, H. Abdul Halim, S.H., M.H., turut hadir dalam FGD memberikan apresiasi atas inisiatif serta kajian ilmiah yang telah dilakukan oleh Unisda.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia menyatakan bahwa rencana pengembangan Koridor 7 telah masuk dalam agenda prioritas DPRD dan Dishub Jatim.

“Beberapa bulan lalu kami telah membahas pengembangan Trans Jatim bersama Dishub Lamongan dan Gresik. Koridor 7 menjadi fokus utama, dan saya sangat mendukung jika launching-nya dilakukan di Unisda,” tegasnya.

FGD ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Perwakilan Bupati Lamongan, Wakil Rektor Unisda, Tim FS Fakultas Teknik Unisda, Camat Sukodadi, Perangkat Desa Sukodadi, Pengasuh Ponpes Matholiul Anwar, Para kepala sekolah di sepanjang jalur Koridor 7.

Dengan sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat, Unisda kembali membuktikan diri sebagai mitra strategis pembangunan daerah, yang menjadikan riset dan kajian ilmiah sebagai fondasi utama pengambilan kebijakan publik.(Bs)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2