BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Universitas Islam Darul Ulum Lamongan (Unisda) kembali menunjukkan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berperan aktif dalam pembangunan daerah. Hal ini ditunjukkan melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mendorong Konektivitas dan Layanan Transportasi Publik Berbasis Kajian Akademik: Studi Kasus Koridor 7 Trans Jatim Lamongan – Paciran”, yang diselenggarakan pada Rabu (30/7) di Ruang Rapat Unisda Lamongan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Acara ini merupakan bagian dari kontribusi strategis Unisda dalam mendukung realisasi Koridor 7 Trans Jatim, jalur baru transportasi publik yang menghubungkan wilayah Lamongan dengan Paciran. Inisiatif ini didasarkan pada kajian akademik menyeluruh berupa Feasibility Study (FS) yang dilakukan oleh Tim Fakultas Teknik Unisda.

Kajian kelayakan tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kebutuhan transportasi masyarakat, efisiensi layanan, dampak sosial-ekonomi, hingga potensi aksesibilitas bagi pelajar dan mahasiswa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hasil studi ini telah diajukan secara resmi kepada Gubernur Jawa Timur dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, sebagai dasar pertimbangan dalam pengembangan jaringan layanan Trans Jatim.

Rektor Unisda, Muhammad Hafidh Nashrullah, S.E., M.M., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam isu transportasi publik menjadi bukti nyata bahwa Unisda tidak hanya fokus pada dunia akademik, tetapi juga aktif memberikan solusi terhadap permasalahan daerah.

“Melalui Feasibility Study ini, Unisda menunjukkan peran strategisnya sebagai institusi akademik yang mampu memberikan dampak luas, baik bagi masyarakat Jawa Timur secara umum maupun khususnya warga Lamongan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya Koridor 7 Trans Jatim Lamongan–Paciran bagi kalangan pelajar, karena rute ini akan memudahkan mobilitas pelajar dan mahasiswa tanpa harus menggunakan kendaraan bermotor secara ilegal.

“Dengan hadirnya transportasi publik yang aman dan terjangkau, pelanggaran lalu lintas oleh pelajar bisa ditekan, dan akses pendidikan pun semakin terbuka,” tambah Rektor Hafidh.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2