“Ini nantinya diajukan mendapatkan dana hibah untuk melengkapi sarana dan prasarana serta keahlian – keahlian dalam pengembangan wisata edukasi ini. Mereka sudah datang dua kali, dan saat ini sedang kerja bersama antar kampus dalam menyusun progres tahapannya,” kata Miftah.

Dengan harapan apabila anggaran tersebut bisa dijalankan dengan baik maka kedepan desa Gempolpading bersama warga masyarakat akan bisa mandiri. Sehingga nanti dapat meningkatan PADesa (Pendapatan Asli Desa).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sementara itu, dijelaskan pada pos anggaran ketahanan pangan sebesar Rp. 150 juta serta Rp. 20 juta tersebut dari Dana Desa untuk kegiatan peternakan kambing terintegrasi.

Dengan rincian untuk studi tiru, pembuatan kandang model panggung kanan kiri dengan ukuran 25 meter x 5 meter. Serta pengadaan kambing, pengadaan mesin pencacah rumput, pembelian pakan kering, peralatan mencari rumput, tandon air, gentong, biaya perawatan selama 10 bulan kini berproses.

“Sebelumnya sempat ada pihak yang menduga bahwa anggaran itu kami tilep (disalah gunakan), karena program tak kunjung jalan. Namun Alhamdulillah justru hal itu didorong oleh berbagai pihak termasuk masyarakat desa Gempolpading untuk berinovasi segera mewujudkan lahan tidur menjadi Wisata Edukasi Integrated Farming System,” bebernya.

Hal senada, H. Syukur selaku Tim Pelaksana Kegiatan saat di lokasi mengatakan, dirinya mendorong semua warga masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mendukung pembangunan.

“Kami berharap, warga masyarakat merasa memiliki desa yang kita cintai ini. Untuk itu mari bersama sama membawah desa kita sebagai desa mandiri dan berdaya saing,” tutur H Syukur.

Seperti halnya inovasi Wisata Edukasi ini yang dicanangkan oleh Pemerintah Desa Gempolpading sebagai pilot project ini, diantaranya budidaya kambing percontohan. Kolam ikan organik, pemancingan, destinasi wisata air yang nanti rencananya dikelolah oleh Karang Taruna. Serta Green house untuk budidaya pembibitan tanaman yang dikelolah oleh PKK, Juglo, lapangan bola voli dan lahan parkir.

Oleh karena itu, inovasi Wisata Edukasi Integrated Farming System kedepannya kita harapkan sampai pada titik puncak keberhasilan. Hal ini, bertujuan menggali potensi desa agar masyarakat desa Gempolpading berdaya dalam menambah sumber pendapatan asli desa yang sah,” ucapnya.

Terpisah, menurut Ari Saputro Wibowo, TA Pemberdayaan masyarakat dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lamongan menyampaikan, penggunaan Dana Desa mengedukasi kepada semua Kepala Desa di Kabupaten Lamongan, termasuk para Kepala Desa di Kecamatan Pucuk.

“Secara khusus dengan alokasi anggaran ketahanan pangan desa Gempolpading itu dijalankan sebagaimana aturan, yaitu dialokasikan untuk peternakan kambing yang nantinya dalam binaan unit Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang bertujuan agar bisa meningkatan PAD (pendapatan asli desa).

Dengan adanya progres pencanangan lahan yang lokasinya di depan kampung, ada kolam budidaya ikan, kemudian ada tanah kosong sebelahnya. Kami mendorong agar kedepan ini menjadi Wisata Edukasi Integrated Farming System. Dimana itu bisa menjadi embrio untuk mematik semangat desa – desa lain yang memiliki tanah kas desa yang masih tidur dengan menggunakan Dana Desa yang diberikan pemerintah.

“Bisa di pergunakan hal – hal seperti ini,” kata Ari Saputro Wibowo tim ahli pemberdayaan masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan di sela – sela rakor tentang penggunaan Dana Desa, saat di kantor Kecamatan Pucuk.

Lanjutnya, hal itu dalam rangka memberikan pemahaman serta pembelajaran bagi masyarakat umum ketika mau berinvestasi atau membangun usaha.

Jadi contoh ada, keberhasilannya seperti apa itu nanti diterapkan mereka bagi yang memiliki modal atau usaha. Selebihnya nanti bagaimana kemudian kotoran kambing tersebut menjadi pupuk organik, bisa menyerap tenaga kerja juga pengembangan – pengembangan yang lain. Misalnya di pertaniannya ada laboratorium pembibitan untuk pelatihan – pelatihan dengan menggandeng pihak terkait dalam pengembangan SDM,” ungkapnya.

“Kami sangat sepakat dan mendorong agar harapan, cita – cita, serta impian warga masyarakat melalui pemerintah desa Gempolpading untuk membangun Wisata Edukasi Integrated Farming Sistem ini segera bisa terwujud dan bisa dirasakan manfaat oleh masyarakat banyak,” tandasnya

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2