“Keluarga korban juga selalu menanyakan perkembangan kasusnya melalui kanit 1 polres Lamongan, Sunandar, melalui pesan WA dan beliau menjawab singkat, “Masih proses penangkapan, pelaku masih melarikan diri,” ujar ayah korban, Ahmad Fauzi.

Semua keluarga korban dan warga desa mayong berharap agar tidak mencederai rasa keadilan, memohon pihak kepolisian agar segera mengungkap kasus ini dengan seterang-terangnya dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Syahrul mubarok mengalami luka yang sangat parah dan saat ini masih menjalani pengobatan lanjutan di RSUD dr. Soetomo surabaya. Kami memohon sikap profesional pihak kepolisian dan demi rasa keadilan untuk sesegera mungkin menangkap pelakunya, karena ini adalah murni kriminal, jadi tidak ada alasan pihak penegak hukum untuk tidak mengungkap perkara ini, bukti penunjang sudah kami berikan kepada pihak berwajib,” pungkasnya.

Seperti diketahui turnamen bola voli Ansor Cup ke 4 saat laga pertandingan antara tim Bola Voli Sct Bala Rama versus Pevorma Mayong yang diselenggarakan di lapangan Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan pada jumat malam (17/11/2023), beberapa waktu lalu menelan dua Korban Luka parah akibat di tawur oleh beberapa oknum pemuda desa balun, sehingga dua korban tersebut mengalami luka pada pelipis kanan dan satu korban parah terdapat luka serius pada kepalanya.

Dua korban yang mengalami luka tersebut adalah Sahruli (25) asal Dusun Mayong wetan Desa Mayong Kecamatan Karangbinangun Kabupaten Lamongan dan Young Aidin F, (23) yang juga warga Dusun Mayong wetan, Desa Mayong, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan.

Saat kejadian pengeroyokan yang terjadi saat itu, saat pertandingan sudah selesai, dan tim Pevorma Mayong bersama official mau pulang saat menuju arah mobil. Tiba-tiba ada beberapa oknum pemuda menyerbu melempari tim Pevorma Mayong dengan batu, spontan semuanya lari berlindung, namun naasnya ada 2 anak ini posisi paling belakang bernasib tragis, 1 orang langsung di hajar dan 1 orang yang terjatuh langsung di pukul dengan paving di bagian kepala, saat terkapar masih di tendang bagian badan, diperlakukan sadis!! Tidak berprikemanusiaan.

Korban hingga saat ini masih dalam penanganan intensif di rumah sakit, dampak atas terjadinya pengeroyokan itu korban hingga harus masuk 4 kali meja operasi untuk operasi tengkorak wajah, operasi tengkorak hidung, operasi mata, dan operasi pendarahan di otak.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2