Oleh karena itu, dukungan pemerintah dalam menyediakan akses pembiayaan, pelatihan digital, dan fasilitasi pemasaran online sangat penting untuk memperkuat daya saing UMKM di tengah tren penjualan eceran yang terus berubah.

Selain itu, inflasi dan kenaikan harga barang juga menjadi tantangan bagi UMKM. Ketika harga bahan baku meningkat, margin keuntungan UMKM yang sudah tipis menjadi semakin tertekan, sehingga mereka kesulitan mempertahankan harga jual yang kompetitif.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Untuk itu, kebijakan yang mendukung stabilitas harga dan akses terhadap bahan baku dengan harga terjangkau akan sangat membantu UMKM dalam menjaga keberlanjutan bisnis mereka.

Dalam konteks pemulihan ekonomi nasional, UMKM memiliki peran strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan distribusi pendapatan yang lebih merata. Namun, keberhasilan UMKM dalam berkontribusi pada pemulihan ekonomi sangat bergantung pada seberapa baik mereka dapat merespons perubahan dalam tren penjualan eceran.

Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan sektor swasta dalam mendukung digitalisasi UMKM, memberikan akses pembiayaan yang mudah, serta menjaga stabilitas ekonomi makro sangat penting untuk memastikan UMKM tetap menjadi pilar utama pemulihan ekonomi nasional.

Jika UMKM dapat beradaptasi dengan baik, tren peningkatan penjualan eceran akan memperkuat posisi mereka sebagai aktor kunci dalam memulihkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Oleh: DR Abid Muhtarom,SE.,SPd.,MSE (Dekan fakultas ekonomi dan bisnis UNISLA)

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2