Setibanya di TKP, petugas langsung melaksanakan serangkaian tindakan taktis, mulai dari mengamankan area tempat kejadian, mengevakuasi jenazah korban menuju fasilitas kesehatan terdekat, hingga mengatur arus lalu lintas guna mencegah kemacetan panjang akibat pengendara yang penasaran ingin melihat proses evakuasi.

Kasat Lantas Polres Lamongan melalui Kasihumas IPDA M. Hamzaid, S.Pd., menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang kembali melibatkan usia produktif dan pelajar ini. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti kendaraan yang terlibat serta meminta keterangan dari sejumlah saksi mata di sekitar lokasi kejadian.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Personel kami sudah melakukan olah TKP secara mendalam guna memastikan penyebab pasti kecelakaan ini. Kedua kendaraan yang terlibat, baik sepeda motor maupun truk beserta pengemudinya, telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut di Unit Laka Lantas,” ungkap IPDA M. Hamzaid.

Menyusul insiden berdarah ini, Polres Lamongan tidak henti-hentinya mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat, khususnya para pengendara roda dua maupun kendaraan berat, agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan tinggi di jalan raya.

Pihak kepolisian menekankan pentingnya mengurangi kecepatan, terkhusus ketika melintasi jalur-jalur rawan seperti tikungan tajam, kawasan padat penduduk, atau ruas jalan dengan jarak pandang terbatas (blind spot). Kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas serta penggunaan perlengkapan berkendara yang sesuai standar nasional (seperti helm SNI) merupakan kunci utama untuk menekan angka fatalitas kecelakaan di jalan raya.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya para orang tua agar lebih bijak mengawasi anak di bawah umur yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk berkendara di jalan raya. Mari jadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama demi menghindari jatuhnya korban jiwa sia-sia,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2