Adhy, bersama Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, mengajak masyarakat, khususnya mereka yang rentan, untuk segera evakuasi ke lokasi yang lebih aman.
“Tenda dan tempat pengungsian permanen sudah disediakan. Namun, ada warga yang memilih tetap di rumah untuk menjaga harta benda mereka. Hal ini menunjukkan pentingnya edukasi dan sosialisasi mengenai risiko yang dapat muncul jika hujan kembali turun dengan deras,” tambahnya.
Pj Gubernur Jatim menekankan pentingnya evakuasi masyarakat saat bencana banjir terjadi agar tidak ada korban jiwa. Sebelumnya, tercatat dua orang meninggal akibat tersengat listrik selama banjir ini.
Di tempat yang sama, Suharyanto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, menyatakan bahwa pihaknya akan melaksanakan operasi modifikasi cuaca di beberapa daerah di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons cepat untuk mengurangi potensi bencana alam di tengah musiman hujan saat ini.
“Kami tidak berusaha menghentikan hujan, tetapi mengurangi intensitasnya. Dengan demikian, ketika sungai terisi, risiko tanggul jebol dapat diminimalkan,” jelasnya.
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





