LAMONGAN, BeritaSiber.com – Semangat persatuan dan toleransi antarumat beragama kembali tercermin dalam tradisi Sedekah Bumi di Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut semakin semarak dengan hadirnya sembilan gunungan hasil bumi yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Kepala Desa Balun, Khusyairi, menyampaikan bahwa tradisi Sedekah Bumi bukan sekadar kegiatan adat atau ungkapan rasa syukur atas hasil bumi, melainkan juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan menjaga kerukunan masyarakat yang terdiri dari tiga pemeluk agama, yakni Islam, Kristen, dan Hindu.
“Sedekah Bumi ini bukan hanya tradisi untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil bumi dan rezeki yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan menjaga kerukunan masyarakat Desa Balun yang terdiri dari tiga pemeluk agama, yakni Islam, Kristen, dan Hindu,” ujar Khusyairi.
Menurut Khusyairi, keberagaman yang ada di Desa Balun merupakan kekayaan sekaligus kekuatan sosial yang harus terus dijaga. Perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk hidup berdampingan, saling menghormati, serta bergotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
“Alhamdulillah, masyarakat Desa Balun selama ini bisa hidup berdampingan dengan baik. Kami ingin terus menjaga kondisi ini. Perbedaan keyakinan bukan menjadi penghalang untuk bersatu. Justru melalui perbedaan inilah kita belajar untuk saling menghargai, membantu, dan menjaga persaudaraan,” tegasnya.
Salah satu daya tarik dalam perayaan Sedekah Bumi tahun ini adalah kehadiran sembilan gunungan yang disiapkan untuk memeriahkan kegiatan. Gunungan yang dihiasi berbagai hasil bumi tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas karunia dan rezeki yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
Keberadaan sembilan gunungan juga menambah semarak suasana perayaan. Selain memiliki nilai budaya, gunungan menjadi representasi kemakmuran, kebersamaan, serta harapan masyarakat agar kehidupan dan hasil pertanian ke depan senantiasa diberikan keberkahan.
Khusyairi juga menekankan pentingnya mempertahankan tradisi leluhur sebagai bagian dari identitas desa. Melalui Sedekah Bumi, masyarakat diajak untuk terus menumbuhkan rasa syukur, memperkuat kebersamaan, dan menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.





