“Pada tahun ajaran lalu kami sudah lakukan launching, studi pendahuluan, hingga penerapan. Hasilnya sesuai dengan tujuan diciptakannya kurikulum ini, yakni membentuk generasi bangsa yang berwawasan global dan bangga dengan kearifan lokal. Sehingga tahun ajaran baru kamu sepakat untuk menerapkan lagi,” jelas Kelapa Seksi PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Ratih.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Keberhasilan penerapan Kulambakekal kekal ini juga didukung oleh 1.650 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang sudah mengikuti pelatihan yang diadakan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan.

Selanjutnya Ratih mengatakan bahwa untuk penerapan Kulambakekal pada tahun ajaran baru ini diperbolehkan dilakukan inovasi. Asalkan tidak keluar dari kriteria pembelajaran pada PAUD, yang lebih mengutamakan proses pada bidang motorik, fisik, emosi, moral, dan agama.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.comĀ 

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2