Selama empat musim bertahan di level tertinggi, Stadion Manahan Solo selalu menjadi momok yang menakutkan bagi tim-tim besar dan menjadi panggung atraksi suporter yang luar biasa. Jatuhnya Persis ke kasta kedua tentu menjadi kehilangan besar bagi atmosfer sepak bola kasta tertinggi nasional musim depan.
Tiga Tim yang Resmi Terdegradasi dari BRI Super League 2025/2026:
- Semen Padang FC (Peringkat 18)
- PSBS Biak (Peringkat 17)
- Persis Solo (Peringkat 16 – Kalah Head-to-Head dari PSM Makassar)
Pelatih kepala Persis Solo, Milomir Seslija, mengaku sangat terpukul dengan hasil akhir musim ini. Walau demikian, juru taktik asal Bosnia tersebut tetap memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemain yang telah bertarung layaknya ksatria di laga terakhir.
Menurut pandangan pelatih yang akrab disapa Milo ini, dari segi kelayakan finansial, infrastruktur, hingga loyalitas suporter, Persis Solo sangat tidak pantas bermain di Liga 2.
“Kami memiliki stadion yang indah, fasilitas latihan yang sangat memadai, dan manajemen yang sehat. Kota Solo memiliki modal yang luar biasa besar untuk memiliki klub di kasta tertinggi. Kami tidak layak terdegradasi, tetapi inilah sepak bola,” ujar Milo dengan nada emosional.
Milo berharap manajemen dan seluruh elemen tim tidak berlarut-larut dalam penyesalan. Ia menegaskan kegagalan musim ini harus dijadikan momentum titik balik untuk melakukan pembenahan total di dalam organisasi klub.
“Ini adalah pelajaran yang sangat mahal dan pahit. Kami harus mengidentifikasi kesalahan kami musim ini, membangun ulang kekuatan tim, dan menjaga mentalitas para pemain. Saya sangat optimistis, dengan dukungan luar biasa dari suporter, Persis Solo akan segera bangkit dan kembali ke Liga 1 dalam waktu singkat,” pungkasnya.
Kini, tantangan terbesar manajemen Laskar Sambernyawa adalah menyusun ulang strategi finansial dan komposisi skuad, mengingat regulasi penggunaan pemain asing di Liga 2 jauh berbeda dengan Liga 1.
Pembenahan mentalitas pasca-trauma degradasi ini akan menjadi fokus utama pra-musim demi mengusung misi mutlak: promosi kembali ke kasta tertinggi.






