Menariknya, para siswa mengaku tidak mengalami culture shock selama berada di Lamongan. Budaya lokal yang ramah dan suasana yang menyenangkan membuat mereka merasa nyaman dan diterima. Bahkan, mereka menyebut makanan Indonesia sebagai salah satu daya tarik utama selama kunjungan mereka.
“This whole week was the most exciting one. For me, I think the food, for example, mi ayam this is my favorite one. Also this ceremony, because in Japan there is nothing like this. We also celebrate our independence day, but not like this, so maybe this is the most exciting one,” ujar Yuto dengan antusias.
Program pertukaran pelajar ini merupakan bagian dari kerja sama pendidikan antara Hiroshima Global Academy dengan salah satu sekolah mitra di Lamongan.
Selain mengikuti kegiatan belajar di sekolah, para siswa juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah destinasi budaya dan sejarah di wilayah Lamongan dan sekitarnya.
Kehadiran para siswa Jepang ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Pemerintah Kabupaten Lamongan menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk diplomasi budaya sekaligus sarana untuk mempererat hubungan antarbangsa melalui dunia pendidikan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan Indonesia juga mampu menjadi inspirasi dan jembatan persahabatan antarbangsa, bahkan lintas benua.(Bs)





