Selain itu, panitia juga menyediakan beras dengan total stok mencapai 2 ton, terdiri dari beras SPHP seharga Rp55.000 per 5 kilogram dan beras premium Rp70.000 per 5 kilogram. Ketersediaan stok tersebut diharapkan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat yang datang ke lokasi.

Antusiasme warga terlihat dari antrean panjang di sejumlah stan sejak kegiatan dibuka. Banyak warga mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini, terutama di tengah kenaikan harga bahan pokok di pasar tradisional.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Salah seorang warga, Khusnul, mengungkapkan bahwa harga yang ditawarkan jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Ia membeli berbagai kebutuhan rumah tangga seperti telur, minyak goreng, tepung terigu, cabai, dan bawang.

“Di sini harganya lebih murah, apalagi cabai yang biasanya mahal. Ini sangat membantu, terutama menjelang Ramadan,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan pasar murah dapat digelar secara rutin agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Menurutnya, pasar murah tidak hanya meringankan beban ekonomi warga, tetapi juga membantu menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dalam menghadirkan program-program yang pro-rakyat. Melalui kegiatan pasar murah, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga, inflasi dapat ditekan, serta ketahanan pangan daerah semakin kuat.

Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan digelar di sejumlah titik lainnya di wilayah Lamongan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, khususnya kelompok rentan dan warga yang terdampak kondisi ekonomi maupun bencana alam.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2