BERITASIBER.COM | SURABAYA – Polda Jawa Timur mencatat jumlah kendaraan yang keluar dan masuk di Jatim pada Lebaran 2024 berimbang, dengan dominasi arah selatan. Daerah seperti Tulungagung dan Pacitan mengalami peningkatan kendaraan.
Scroll Untuk Lanjut Membaca
Dibandingkan tahun lalu, memang terjadi peningkatan, karena masa liburan yang agak panjang, dimungkinkan untuk memilih waktu yang lebih nyaman untuk bepergian.
“Kami juga berikan apresiasi kepada masyarakat yang mematuhi peraturan lalu lintas dan instruksi petugas dilapangan. Sampai hari ke-12 ini mampu menurunkan angka kecelakaan sebesar 43 persen dibandingkan tahun lalu, kata Kombes Pol Komarudin di Dirlanta Polda Jatim, Selasa (16/04/2024).
Polda Jatim mencatat tahun lalu ada 1.003 kasus, dan tahun ini 570 kasus. Jika tahun lalu jumlah korban tewas dalam operasi Ketupati sebanyak 155 orang, maka tahun ini korban meninggal sebanyak 24 orang.
“Masih disayangkan, meski jumlah korbannya menurun hingga 85 persen. Kemudian tahun lalu yang luka ringan sebanyak 1.539 orang, tahun ini 887 orang. Penurunan sebesar 42 persen. Tahun lalu korban luka berat sebanyak 26 orang, dan tahun ini 36 orang,” ujarnya.
“Secara umum kemacetan, kepadatan dan upaya pencegahan kecelakaan dan korban cukup baik,” kata Komarudin.
Komarudin menyayangkan beberapa kecelakaan di Ngawi disebabkan ulah pengemudi ugal-ugalan. Kemudian, di KM 572 Tol Ngawi yang merupakan titik lelah, pemudik dari Jakarta yang sedang istirahat dan berganti pengemudi di Sragen mengantuk dan menabrak pembatas jalan hingga menewaskan dua orang.
Peristiwa penting berikutnya adalah rangkaian tujuh kecelakaan mobil di jalan tol, dengan korban hanya luka ringan.
Hasil evaluasi pelaksanaan operasi Ketupat Semeru 4-15 April. Tercatat, jumlah kecelakaan tertinggi terjadi pada H-2, yakni. pada 8 April 2024 yang mengakibatkan 5 orang meninggal dunia.
Secara regional, terdapat 38 kasus di Kota Surabaya selama operasi. Namun angka fatalisasi terbanyak terjadi di Ngawi yakni 31 kecelakaan, enam di antaranya mengakibatkan kematian.
“Jika pemerintah menambah waktu kerja Work From Home (WFH) selama dua hari, kita masih mengantisipasi hingga Sabtu 20 April mendatang sebagai kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) bagi saudara-saudara kita yang mungkin masih berada di Jawa Timur atau di luar daerah.” ujarnya.
Berbagai strategi dilakukan Lantas Polda Jatim untuk menekan angka kecelakaan hingga 43 persen, yakni dengan pola preemtif pengguna jalan untuk berpartisipasi dalam tertib lalu lintas.
Kemudian model preventif adalah dengan memanfaatkan potensi seluruh masyarakat dari instansi samping, dinas perhubungan, karang taruna, pramuka, termasuk masyarakat sekitar, yang bergabung di pos pelayanan dan pos terpadu.
Seperti Mojokerto dan Pacet cukup banyak relawan di tikungan dan turunan yang membantu memberikan informasi kepada pengguna jalan, termasuk membantu kendaraan yang kampas koplingnya sudah bau untuk ditepikan terlebih dahulu.
“Kami tidak segan-segan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku perjalanan yang membahayakan atau berpotensi membahayakan. Misalnya, beberapa bus terpaksa kami menerapkan tilang secara tegas karena melanggar marka,” ungkapnya.
“Kami tidak menoleransi bus atau kendaraan lain yang mengganggu lalu lintas. marka pada saat lalu lintas padat sehingga menimbulkan kemacetan dan kemungkinan terjadinya kecelakaan,” kata Komarudin.
Selanjutnya yakni, dengan melaksanakan tes urin dan pemeriksaan peron terhadap pengemudi bus, mengingat jumlah penumpang bus menempati urutan kedua setelah kereta api.
“Kemarin ada sopir di Tulungagung, kami sangat sesalkan kemungkinan besar menggunakan narkoba. Ini sangat membuat kami khawatir karena dia tidak memikirkan membawa penumpang dan risikonya,” jelasnya.
Langkah Polda Jatim selanjutnya adalah meningkatkan penertiban di 70 terminal se-Jatim dengan bantuan Badan Narkotika Nasional (BNN). Sementara itu, pengelola perusahaan bus (PO) harus bertanggung jawab atas perilaku sopir sopir dibawah perusahaannya.
“Kami tidak segan-segan memberikan rekomendasi kepada Kementerian Perhubungan, karena AKAP, itu adalah subordinasi antar kota, antar provinsi dari Kementerian Perhubungan terhadap AKAP untuk urusan perizinan. tidak ada perubahan, kami usulkan dicabut izinnya,” kata Komarudin.
Perlu diketahui, Polri menyelenggarakan Operasi Ketupat Semeru 2024 selama 13 hari yakni pada 4-16 April 2024 untuk pengamanan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1445 H.
Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto menargetkan nol angka kecelakaan pada operasi Ketupat Semeru 2024 saat musim mudik lebaran.
Polda Jatim mengerahkan lebih dari 16.000 personel gabungan untuk melakukan pengamanan dalam operasi tersebut. Selain itu, Polda Jatim meluncurkan aplikasi Mahameru Quick Response untuk memantau kondisi lalu lintas.
Scroll Untuk Lanjut Membaca
Artikel Rekomendasi




