Selain itu, sekolah juga memiliki program “Sabtu Keterampilan” yang melatih siswa mengolah produk lokal seperti soto, wingko, dan tahu campur sebagai bekal kewirausahaan. Sekolah juga menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) Lamongan guna memberikan kompetensi kerja yang aplikatif.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Arahan dari Bapak Menteri sudah jelas bahwa lulusan Sekolah Rakyat harus memiliki skill atau keahlian. Jadi setelah lulus mereka tidak boleh menganggur. Harus melanjutkan pendidikan, berwirausaha, atau bekerja,” tegasnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo menyambut baik sinergi tersebut. Menurutnya, pembinaan karakter generasi muda merupakan investasi penting dalam menyiapkan calon pemimpin bangsa di masa depan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Selama empat hari ke depan para siswa akan dibina mulai dari mental juang, jiwa patriotisme, kedisiplinan, hingga pembinaan fisik. Harapannya mereka tumbuh menjadi generasi muda yang siap bertanggung jawab dan mengemban amanah pembangunan bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan, para siswa yang saat ini berada pada jenjang setara SMA/SMK diharapkan memiliki kepercayaan diri dan cita-cita yang tinggi seperti pelajar lainnya. Dengan pembekalan tersebut, mereka diharapkan mampu bertahan menghadapi tantangan kehidupan dan sukses meraih masa depan.

Program kolaborasi antara Sekolah Rakyat Lamongan dan Kodim 0812/Lamongan ini menjadi wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan dan TNI dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Melalui penguatan karakter, disiplin, dan wawasan kebangsaan, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang unggul, mandiri, serta berguna bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.(Bs)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2