Ia mengaku mendapatkan banyak penguatan moral dan inspirasi dari dialog bersama Ustadz Adi Hidayat dan para ulama. Diskusi tersebut membahas pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan nilai spiritual, keteladanan, serta tanggung jawab sosial dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan nasional.
Lebih lanjut, AHY menekankan bahwa integritas merupakan kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Infrastruktur yang kokoh, menurutnya, harus diiringi dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan memiliki etika publik yang kuat. Tanpa integritas, pembangunan fisik berpotensi kehilangan makna dan arah.
Safari Ramadan ini juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan ulama dalam membangun fondasi peradaban bangsa. Kehadiran para tokoh internasional, seperti Syeikh Muhammad Ali Muhammad Ismail dari Al Azhar, Syeikh Yusuf Al Amin, serta Syeikh Abdul Adzim Yunus Muhammad dari Kulliyaah Da’wah Al Islamiyyah, Libya, turut memperkaya perspektif dalam diskusi keumatan dan kebangsaan.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap terbangun kesadaran kolektif bahwa pembangunan sejati adalah pembangunan yang menyentuh aspek lahir dan batin.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, ulama, dan masyarakat, Indonesia diharapkan mampu mewujudkan pembangunan yang adil, inklusif, serta berkelanjutan demi masa depan bangsa yang lebih baik.






