Ia menekankan pentingnya gaya hidup sehat bagi ibu hamil, termasuk mengonsumsi makanan bergizi dan rutin memeriksakan kehamilan.
Acara ini dilengkapi dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar gejala awal preeklampsia dan penanganan darurat.
Pihak penyelenggara juga membagikan leaflet edukatif yang berisi informasi praktis tentang deteksi dini dan pencegahan preeklampsia.
Salah satu peserta, bidan Rina, mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Materi yang disampaikan sangat aplikatif dan memperkaya pengetahuan kami sebagai tenaga kesehatan di garda depan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan secara berkala,” ujarnya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para tenaga kesehatan dapat lebih sigap dalam menangani kasus preeklampsia di lapangan dan berkontribusi dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Lamongan.
Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, serta mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia.
RSMKL berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan edukasi serupa guna meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan memastikan keselamatan ibu dan anak selama masa kehamilan.(Bs)






