“Kami pastikan wilayah Kecamatan Tikung hingga saat ini masih dalam kondisi aman dari kasus PMK. Langkah vaksinasi ini adalah bentuk antisipasi dini agar wabah tidak kembali menyebar,” ungkap drh. Qabilah.
Selain melakukan penyuntikan vaksin, tim medis juga memberikan edukasi kepada para peternak terkait ciri-ciri hewan yang terinfeksi PMK.
“Gejala yang harus diwaspadai antara lain lepuh pada mulut, air liur berlebihan, demam, dan luka pada kuku. Peternak diimbau segera melapor ke pemerintah desa atau petugas kesehatan hewan apabila menemui gejala tersebut,” urainya.
Sebagai bentuk kepercayaan terhadap efektivitas vaksinasi dan kesadaran peternak, Pasar Hewan Tikung kini kembali beroperasi. Pembukaan pasar ini disambut baik oleh masyarakat dan pelaku usaha ternak setelah sebelumnya sempat ditutup akibat risiko penularan PMK.
Kegiatan vaksinasi ini menjadi bagian dari strategi nasional Kementerian Pertanian RI untuk memperkuat ketahanan peternakan, meningkatkan produktivitas ternak, serta menjaga stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan.(Bs).





