Safaruddin berharap masyarakat memberikan kesempatan kepada pemerintah daerah untuk merealisasikan visi dan misi pembangunan yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).
Dukungan publik, menurut dia, menjadi salah satu faktor penting agar berbagai agenda pembangunan dapat dilaksanakan secara maksimal. Meski demikian, dukungan tersebut bukan berarti masyarakat tidak boleh menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Safaruddin justru memandang kritik tetap diperlukan sebagai bagian dari kontrol terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Namun, kritik diharapkan disampaikan secara konstruktif dan dapat menjadi masukan untuk memperbaiki kebijakan maupun program yang dinilai belum berjalan optimal.
“Kalaupun ada kritik terhadap yang belum baik, mudah-mudahan itu menjadi sebuah bentuk saran dan pendapat yang bisa konstruktif bagi pemerintah daerah khususnya,” ujarnya.
Ia berharap seluruh komponen masyarakat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing dalam mendorong pembangunan Aceh Barat Daya. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar visi pembangunan daerah tidak hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi menjadi tujuan bersama masyarakat.
Dalam SMSI Aceh Award 2026, Safaruddin bukan satu-satunya penerima apresiasi. Sebanyak 20 tokoh dan institusi mendapatkan penghargaan atas kiprah, dedikasi, inovasi, serta kontribusi mereka terhadap pembangunan dan kemajuan masyarakat Aceh.
Para penerima berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pemerintahan, legislatif, dunia usaha, sektor energi, sosial kemasyarakatan hingga institusi kejaksaan.
Ketua SMSI Aceh Aldin NL menegaskan penyelenggaraan SMSI Aceh Award tidak dimaksudkan hanya sebagai kegiatan seremonial. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi kepada individu maupun institusi yang telah memberikan kontribusi bagi daerah.
“SMSI Award diharapkan menjadi penyemangat bagi para penerima untuk terus berkontribusi, berinovasi dan menghadirkan gagasan yang memberikan dampak positif bagi pembangunan Aceh,” ujar Aldin.
Bagi Safaruddin, penghargaan sebagai Kepala Daerah Penggerak Pembangunan Wilayah Barat Selatan Aceh kini menjadi tantangan untuk membuktikan bahwa apresiasi tersebut sejalan dengan capaian pemerintahannya.
Ia pun menempatkan kolaborasi masyarakat sebagai salah satu kunci untuk mewujudkan berbagai target pembangunan Abdya. Dengan dukungan, partisipasi, sekaligus kritik yang konstruktif dari masyarakat, pemerintah daerah diharapkan mampu menjalankan program pembangunan secara lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi warga.





