“Kegiatan panen ini merupakan bukti komitmen PLN Peduli dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Seluruh hasil panen akan dipasarkan melalui kelompok tani lokal dan digelar dalam berbagai kegiatan bazar,” jelasnya.
Ketua RW 09, Koiman, menyampaikan apresiasi terhadap perhatian yang diberikan PLN kepada masyarakat.
“Kami bangga dengan status Desa Berdaya yang disematkan oleh PLN. Panen ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan Kampung Tangguh RW 09, sekaligus menjadi pusat edukasi bagi komunitas lain yang ingin belajar,” ujarnya.
Pendapatan dari penjualan hasil panen akan dikelola langsung oleh warga untuk memperkuat keberlanjutan program dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pola kemandirian berbasis pemberdayaan, Kampung Tangguh RW 09 diharapkan terus menjadi model pengembangan masyarakat yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan.
Panen melon dan pokcoy ini juga membuktikan bahwa pertanian perkotaan mampu menjadi solusi pemenuhan pangan sekaligus pendorong ekonomi warga jika dikelola secara kolaboratif dan berkelanjutan.






