Ia juga menyoroti peluang kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk meningkatkan kualitas akademik dan riset.
Selama sesi diskusi berlangsung, Wakil Dekan I FEB UNISLA, Dr. Muhammad Yaskun, S.E., M.M., turut menyoroti tantangan implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) serta kebutuhan peningkatan kapasitas dosen dalam metode pembelajaran adaptif era industri 4.0.
Selain aspek akademik, Dekan FEB Dr. Abid Muhtarom juga mengarahkan diskusi pada pentingnya menjaga ciri khas dan nilai keislaman UNISLA dalam kurikulum modern. Hal ini menjadi bahan refleksi untuk memastikan lulusan tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga berkarakter dan beretika.
Kegiatan FGD menghasilkan sejumlah poin strategis, antara lain penambahan mata kuliah berbasis digitalisasi akuntansi, peningkatan kerja sama antarperguruan tinggi dalam pengembangan kurikulum, serta peningkatan kapasitas dosen melalui pelatihan dan riset kolaboratif.
Dengan adanya penyelarasan kurikulum berbasis digital dan kebutuhan industri, FEB UNISLA menunjukkan komitmennya untuk mencetak lulusan yang adaptif, profesional, dan berdaya saing global tanpa meninggalkan nilai keislaman universitas.






